Usai Penandatanganan Surat Pernyataan Manajer PLN di Rumah Kediaman Tokoh Dayak Suria Baya (28/7/2026). Foto : Warna Kalimantan
KALIMANTAN TENGAH, BARITO UTARA, MUARA TEWEH - Setelah melalui sebuah dialog cukup panjang dan sempat alot, pertemuan yang berlangsung antara tokoh-tokoh Dayak Barito Utara dan Manajer PLN Barito Utara beserta beberapa jajarannya, atas inisiasi tokoh Dayak Kalimantan Tengah, Suria Baya, akhirnya didapat pernyataan bahwa pemadaman listrik di Barito Utara kedepannya akan selalu stabil dan menyala.
Pernyataan tersebut tertuang dalam sebuah kertas bermaterai dan ditandatangani oleh Manajer PLN ULP, Pandu Andoka, dengan disaksikan dan ditandatangani pula oleh pemimpin beberapa ormas Dayak Barito Utara serta Damang (28/7/2026).
Di rumah kediaman tokoh Dayak berpengaruh, Suria Baya, sore, isi tuntutan dari awal hingga akhir dialog tampak tak jauh berbeda dengan yang disampaikan Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, ketika bertemu dengan pimpinan PLN Barito Utara sebelumnya di kantor Pemda setempat (27/7/2026).
Intinya para tokoh Dayak Barito Utara menyatakan apabila gangguan terjadi pada pembangkit di wilayah lain dalam sistem interkoneksi Kalimantan, maka pembagian beban pemadaman seharusnya dilakukan secara berkeadilan, yakni di Barito Utara kondisi pembangkit relatif normal, sementara gangguan terjadi di tempat lain, seharusnya ada pertimbangan dalam pembagian beban pemadaman.
Selain itu Barito Utara sebagai salah satu pusat Sumber Daya Alam (SDA) raksasa dengan pembangkit listriknya yang berada di Desa Karendan seharusnya tidak menerima pemadaman sebagaimana wilayah lain.
"Ini maksud kami keadilan. Kita memasok untuk wilayah lain, sementara kita sebagai pemasoknya sendiri masih kekurangan pelayanan listrik," kata Suria Baya.
Para tokoh Dayak juga meminta PLN ULP Muara Teweh menyampaikan aspirasi tokoh Dayak dan masyarakat Barito Utara kepada PLN Unit Induk maupun pengelola sistem interkoneksi agar menghentikan pola pembagian pemadaman seperti saat ini.
"Kalau masih seperti saat ini, kami berpikir lebih baik kami berdemonstrasi di Desa Karendan agar pasokan dihentikan saja," kata beberapa yang hadir.
Manajer PLN Barito Utara pada penghujung dialog menandatangani Surat Pernyataan dan menyatakan akan berkoordinasi dengan PLN induk sesuai keinginan para tokoh Dayak. Adapun para ormas Dayak menyatakan dukungan kepada Manajer PLN Barito Utara agar dirinya tidak takut untuk menyampaikan kepada pemimpinnya yang lebih tinggi.
"Kami berada bersama Bapak apabila ada tekanan dari atas kepada Bapak. Jangan takut, Pak, kami bersama Bapak" ujar beberapa tokoh Dayak.
Usai pertemuan, Suria Baya, menyatakan ketegasan dirinya atas pemadaman ini semata karena melihat kesulitan dan keluhan masyarakat atas adanya pemadaman ini, dan untuk mendorong PLN Barito Utara berani mengambil sebuah sikap dengan menunjukan keberpihakan kepada masyarakat di wilayahnya.
"Dulu masyarakat Barito Utara sempat lega dengan adanya pembangkit listrik di desa Karendan dan merasa tidak mungkin lagi ada pemadaman. Karena itu mereka sekarang sangat kecewa," kata Suria Baya mengajak semuanya untuk mengerti.
