Tokoh Dayak Suria Baya. Foto : Warna Kalimantan
KALIMANTAN TENGAH, BARITO UTARA, MUARA TEWEH - Alasan pihak PLN yang banyak diberitakan di media massa tentang adanya gangguan tidak terencana disejumlah pembangkit listrik milik swasta yang bermitra dengan PLN hingga terjadi pemadaman bergilir di Kalsel dan Kalteng, mendapat pertanyaan kritis tokoh Dayak dan pengusaha, Suria Baya.
Setelah sebelumnya mengaku heran pemadaman listrik yang seperti menjadi tren di tanah air, seolah seperti kompak terjadi diberbagai daerah. Kini tokoh Dayak Kalimantan Tengah tersebut kembali mempertanyakan konsekwensi di tubuh PLN atas terjadinya kegagalan pelayanan tersebut (5/7/2026).
"Sekarang saya bertanya, sudah ada berapa yang di pecat atau diputus kontrak di dalam tubuh PLN karena gagal menjaga keandalan sistem kelistrikan ini. Seharusnya sebagai perusahaan profesional evaluasi kinerjanya kan ketat, yang gagal harusnya tidak dipertahankan," ujar Suria Baya.
Suria Baya menambahkan lagi, jika disebut ada kerusakan turbin atau komponen, pihak PLN hendaknya menjelaskan secara detail teknis kerusakannya pada bagiannya apa saja dan disebabkan karena faktor apa, lalu pihak Pemerintah hendaknya membuat "Tim Pencari Fakta" untuk menyelidiki kebenarannya.
"Komponennya produk dari negara mana dan berapa lama umur pakainya? Saya mengusulkan Pemerintah membentuk Tim Pencari Fakta," kata Suria Baya.
Hal detail seperti ini penting untuk diungkap menurut Suria Baya, agar permasalahan listrik ini tidak hanya sekadar pembicaraan di meja rapat, karena baginya masalah ini sebenarnya soal teknis yang harus dianalisa ke lapangan melalui investigasi.
Mengenai rencana ingin menggerakkan demonstrasi damai atau unjuk rasa ke Desa Karendan, Suria Baya tetap tidak mengubah tujuannya. Ia masih menunggu respons masyarakat bila telah sama-sama satu hati, satu pendirian dan satu pikiran dengannya demi mengawal sumber daya alam Barito Utara.
"Saya tunggu kekompakan masyarakat, ini bukan sekadar gertakan omon-omon, saya tidak pernah takut berjuang bila itu demi kepentingan orang banyak khususnya masyarakat Barut, saya siap gerakan," tutup Suria Baya yang selama ini dikenal konsisten membela kearifan lokal Barito Utara, Siang.
