Personel Damkar Barito Utara Saat Memadamkan Api di Jalan Padat Karya, Muara Teweh (8/6/2026). Foto : Warna Kalimantan
KALIMANTAN TENGAH, BARITO UTARA, MUARA TEWEH - Sebuah rumah yang dihuni seorang pria diduga dengan gangguan jiwa atau depresi yang berada di samping SDN 8 Lanjas, Jl. Padat Karya, belakang Pengadilan Negeri, Muara Teweh, nyaris ludes dilalap api pada Senin, Sore (8/6/2026).
Menurut keterangan warga di sekitar rumah yang terbakar, api pertama kali muncul dibagian loteng rumah pada sekitar pukul 13.00 WIB dan sontak menggegerkan warga.
Beruntung kemunculan api diketahui para pekerja yang sedang bekerja membuat parit di sepanjang jalan depan rumah tersebut. Para pekerja berteriak memberitahu warga dan warga segera menghubungi pihak Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Barito Utara.
Hanya beberapa menit saja, dengan sejumlah mobil pemadam kebakaran dan puluhan personel Damkar, api langsung berhasil dikuasai, sehingga tidak sampai meludeskan rumah secara keseluruhan atau merembet ke rumah lainnya. Padahal posisi rumah tersebut cukup rapat dengan gedung sekolah dan rumah warga lainnya.
Penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti dan masih dalam penyelidikan. Rumah tersebut milik Bapak Sudirman yang kini tinggal di Makasar, sementara rumah dihuni oleh putranya yang bernama Lukman. Menurut warga setempat, sudah sekitar setahun Lukman mengalami gangguan jiwa.
Dirumah yang sama dan terpisah oleh didinding sebagian ruangan rumah juga disewakan kepada pekerja mobil travel.
"Ia (Lukman) ditinggal istrinya. Anaknya satu-satunya yang masih berusia sekitar 6-7 tahun dibawa ikut istrinya," kata seorang ibu di lokasi kejadian.
Menurut keterangannya kepada media, Lukman sering mengamuk dan bahkan memecahkan kaca rumahnya sendiri, sehingga warga masyarakat disekitarnya menjadi ketakutan.
"Dua tiga hari biasanya muncul lagi ngamuknya, berteriak-teriak yang membuat kami disini sangat ketakutan," tuturnya.
Ia berharap agar Lukman segera mendapat penanganan, karena khawatir bila suatu saat melakukan hal-hal yang berbahaya bagi dirinya sendiri atau orang lain. Apalagi disamping rumah Lukman ada sekolahan yang banyak anak SD.
"Harapan kami Lukman di amankan atau ditangani," ujarnya.
