Sholat Istisqa, Bupati Ajak Tinggalkan Kesombongan, Ketua MUI Serukan Tidak Membuat Kerusakan di Muka Bumi

KALIMANTAN TENGAH, BARITO UTARA, MUARA TEWEH - Menindaklanjuti petunjuk dan arahan Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, ST, MT, serta mencermati kondisi cuaca dan musim kemarau yang saat ini melanda Barito Utara, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Barito Utara bersama dengan elemen masyarakat, tokoh agama, serta jajaran instansi pemerintah daerah, melaksanakan Sholat Istisqa memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan berkah dan rahmat.

Hadir dalam sholat sunnat ini, Bupati Kabupaten Barito Utara, H. Shalahuddin, ST, MT, Sekda Drs. H. Muhlis, M. AP, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Barito Utara sekaligus pemimpin Pondok Pesantren Yasin Muara Teweh, Guru KH. Rusmadi Darsani, Lc, Ulama Kharismatik Dayak, Guru KH. Iwan KDS, Kepala Kejaksaan Negeri Barito Utara, R Firmansyah, SH, Kepala Inspektorat sekaligus Ketua Muhammadiyah Kabupaten Barito Utara, Dr. Ir. H. Rakhmat Muratni, M.P, Kepala Diskominfosandi Barito Utara, Drs. H. Ardian, M. Pd, dan para pejabat lainnya.

Sholat Istisqa dalam kondisi Kabupaten Barito Utara yang sedang mengalami kemarau panjang disertai ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan ini berlangsung di halaman kantor Pemda Barito Utara, Muara Teweh, pada Minggu, 30 Agustus 2026, dimulai sekitar pukul 07.00 WIB, Pagi.

Sesuai imbauan Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Barito Utara, KH. Rusmadi Darsani, Lc, jamaah yang hadir masing-masing membawa peralatan shalat, hadir dengan penuh kekhusyukan, kerendahan hati (tadharru'), memperbanyak istighfar, serta bertaubat memohon ampunan Allah SWT serta menggunakan pakaian sederhana.

Jamaah terpantau sudah memenuhi halaman Kantor Pemda Barito Utara dari pukul 06.00 WIB, kemudian disusul Bupati Barito Utara H. Shalahuddin di dampingi istri dan Sekda Drs. H. Muhlis, sekitar pukul 06.49 WIB.

Pada Sambutan Bupati Barito Utara, beliau menekankan untuk meninggalkan segala bentuk sifat sombong, melainkan hadir dengan hati yang tunduk dan tangan yang terangkat sebagai mahluk Allah yang tiada berdaya dan lemah.

"Kita menyadari hujan adalah Rahmat Allah. Air yang turun dari langit bukan sekadar membasahi bumi, tetapi menjadi sumber kehidupan manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, pertanian dan seluruh mahluk ciptaan Allah SWT," ucapnya.

Bupati mengimbau pula kepada masyarakat Barito Utara agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan serta segera melaporkan jika mendapati titik api. Kemudian jangan membakar sampah sembarangan di area kering dan hindari membuang puntung rokok disembarang tempat.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Barito Utara, Guru KH. Rusmadi Darsani, Lc, menyampaikan tentang perbuatan membuat kerusakan di atas muka bumi yang dilakukan oleh manusia, dengan merusak alam dan lingkungan, sesuai dengan firman Allah dalam Al Qur'an.

"Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat baik," (Qs.7:56)

Beliau dalam khutbahnya juga menyerukan untuk instrospeksi diri dan mengevaluasi segala kekurangan yang barangkali selama ini terdapat pada diri masing-masing terkait siklus alam yang kian tak menentu.

"Jika kondisi tersebut mulai terlihat, dirasakan dan dialami, maka sudah seharusnya kita menyadarinya, dan mesti kita menguatkan hati untuk lebih menjaganya," ucap beliau.

Kesadaran ini, lanjut beliau, harus dimulai dari kesadaran individu lalu berkembang dan bermuara pada gerakan bersama dalam melakukan perbaikan di muka bumi.