Warga Barito Utara Desak Penuntasan Dugaan Korupsi Hewan Ternak, Kajari : Doakan Kami Supaya Kami Diberikan Kekuatan

KALIMANTAN TENGAH, BARITO UTARA, MUARA TEWEH - Dugaan Korupsi pengadaan hewan ternak yang pernah mencuat dan viral menjadi sorotan publik beberapa waktu lalu serta disebut-sebut berpangkal dari dana aspirasi (Pokir) Anggota Dewan tertentu, ternyata kelanjutan prosesnya menjadi tanda tanya masyarakat Barito Utara.

Dugaan tidak pidana rasuah yang kini ditangani Kejaksaan Negeri Barito Utara tersebut bagi sebagian masyarakat perlahan terasa meredup dan nyaris hilang secara perlahan ditelan waktu.

"Kita harus pantau terus perkembangannya. Tersangkanya sudah berbulan-bulan belum ada lho?" desak salah seorang warga yang tidak mau identitasnya dipublikasikan.

Merespons desakan masyarakat tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri Barito Utara, R Firmansyah, SH, saat diwawancarai media ini beberapa waktu lalu mengatakan pihaknya masih melakukan penghitungan kerugian negara dan kasus ini sudah berada pada tahap penyidikan (9/8/2026).

"Kami masih menunggu hasil penghitungan kerugian keuangan negara dan itu sudah masuk tahap penyidikan," ungkap Kajari Barito Utara, R Firmansyah, SH.

Jawaban Kajari ini persis jawaban beliau pada saat diwawancarai media ini bulan Juni yang lalu (15/6/2026). Kajari menyebut pihaknya sedang menunggu penghitungan kerugian negara oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Menanggapi warga yang tak sabar menanti kasus ini agar dapat segera dituntaskan demi tegaknya hukum terhadap pelaku tindak pidana korupsi, Kajari memohon dukungan doa dari warga masyarakat Barito Utara agar pihaknya dapat menuntaskan kasus ini hingga selesai.

"Doakan kami supaya kami diberikan kekuatan menjalankan tugas ini dan bisa menuntaskan perkara ini," harap Kajari.

Seperti diketahui, dugaan korupsi pengadaan hewan ternak diduga terjadi pada proses administrasi serta kesehatan hewan ternak, dan beberapa saksi sudah diperiksa pihak Kejaksaan, seperti dokter hewan dan para penyedia dari kalangan pengusaha (CV).

Warga berharap dengan terungkapnya kasus ini citra Kejaksaan yang belakangan mulai merosot di mata publik terkait permasalahan di pusat dapat kembali meningkat. Warga tetap percaya Kejaksaan sebagai salah satu garda terdepan pemberantasan korupsi di Indonesia.