Rasa Syukur Pendukung Shalahuddin - Felix Sonadie Usai Menonton Bersama Sidang Putusan MK di Kantor Pemenangan Mereka (17/9/2025). Warna Kalimantan/M. Gazali Noor
KALIMANTAN TENGAH, BARITO UTARA, MUARA TEWEH - "Amar Putusan, Mengadili dalam eksepsi Satu mengabulkan eksepsi Termohon dan eksepsi pihak terkait berkenaan dengan kedudukan hukum Pemohon. Dua menolak eksepsi Termohon dan eksepsi Pihak Terkait untuk selain dan selebihnya. Dalam pokok permohonan menyatakan permohonan pemohon tidak dapat diterima," ucap Hakim Mahkamah Konstitusi Suhartoyo (17/9/2025).
Dengan demikian gugatan Paslon Jimmy Carter dan Inriaty Karawaheni menjadi gugur, dan otomatis kemenangan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Barito Utara Shalahuddin dan Felix Sonadie berdasar hasil rapat pleno rekapitulasi KPU Kabupaten Barito Utara pada tanggal 9 Agustus 2025 lalu berlanjut pada Penetapan Pasangan Calon Terpilih.
"Tentu kami selanjutnya akan mempersiapkan Penetapan Calon Terpilih," kata Ketua KPU Kabupaten Barito Utara Siska Dewi Lestari di Jakarta ketika dihubungi Warna Kalimantan.
Sementara itu Shalahuddin dan Gogo Purman Jaya yang berupaya kami hubungi melalui sambungan telpon tidak dapat dihubungi, mungkin karena tidak mengaktifkan ponselnya karena kesibukan.
Adapun Pj Bupati Kabupaten Barito Utara Indra Gunawan yang kami hubungi melalui telpon mengatakan belum menonton sidang MK, dan memberitahukan posisinya sedang diluar kota Muara Teweh dan akan terbang ke Batam.
"Nanti saja ya, saya belum melihat sidangnya, ini saya lagi di Bandara dan akan ke Batam," jawab Indra.
Banyak pihak menganggap kemenangan Shalahuddin - Felix Sonadie bukan hanya kemenangan pendukungnya, namun juga kemenangan bagi seluruh warga Barito Utara. Shalahuddin - Felix adalah pemimpin untuk semuanya.
Banyak diharapkan pasangan ini akan melakukan perubahan untuk Barito Utara, baik dalam tata kelola pemerintahan daerah dan juga demokrasi di Kabupaten yang termasuk paling maju di Kalteng ini.
"Saya tidak akan meminta-meminta kepada penguasa yang menang, saya akan kembali kepada saudara saya yang termarginalkan, kepada mereka yang berkompeten namun tersisih oleh karena sistim, kepada orang-orang lapisan paling bawah yang butuh didengarkan, dan pulang ke rumah perjuangan demokrasi," kata seorang sebut saja Ali yang sejak jauh hari sering bersuara tentang Perubahan dan keadilan.
